30 Nov

Tujuh Butir Pelajaran Soal Karier

Oleh Prasetya M. Brata pada 0000-00-00 00:00:00

Untuk anda yang membutuhkan masukan tentang membangun karier profesional di Perusahaan, inilah tujuh butir pelajaran soal karier berdasarkan pengalaman selama 23 tahun jatuh-bangun gagal-berhasil di AJB Bumiputera 1912 sejak Pegawai Administrasi hingga Direksi :

 

1. Besarnya power, tingginya motivasi, banyaknya inovasi dan kreativitas, tingginya kebijakan, dan tingginya pertumbuhan kompetensi dan karier tergantung dari MAKNA/ARTI yang Anda berikan kepada pekerjaan dan jabatan yang diemban, serta seberapa berkah cara-cara yang digunakan untuk menjalankan pekerjaan itu.

 

2. Ketinggian dan kecepatan karier tidak tergantung dari atasan, tetapi dari diri Anda sendiri. Sikap atasan merupakan respon dari sikap Anda sendiri yang Anda pilih sendiri. Sikap atasan tergantung dari respon Anda sendiri. Kalau Anda sendiri telah memilih respon yang tidak sesuai dengan harapan dan 'chemistry' pimpinan, maka Anda tidak dapat mengeluh karena pilihan Anda sendiri itu.

 

3. Pimpinan hanya memilih orang yang menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Perlu menjadi orang berkualitas agar menjadi 'the chosen'. Untuk tahu sesuatu itu berkualitas maka perlu diuji. Orang berkualitas diuji dengan masalah dan hal-hal yang tidak sesuai dengan harapannya. Orang berkualitas dilihat dari respon-responnya.

 

4. Teguran dan marahnya pimpinan adalah informasi, yaitu feedback bahwa apa yang Anda lakukan atau tidak lakukan menghasilkan output atau keadaan yang belum sesuai dengan harapan pimpinan. Mereka marah kepada ucapan, tindakan, dan hasil Anda -- bukan kepada Anda. Dengan begitu Anda menjadi tahu apa yang perlu diperbaiki, dipelajari, dilatih, dan akhirnya kompetensi serta sikap Anda akan bertumbuh-kembang. Setelah bertumbuh-kembang Anda akan menjadi lebih siap menerima beban tanggungjawab yang lebih besar. Jadi lebih baik ditegur atasan daripada dibiarkan.

 

5. Anda tidak dapat bekerja sendiri. Anda perlu bekerja secara tim. Saat menonjolkan diri sendiri, Anda menafikan jasa orang lain dalam keberhasilan Anda. Bukankah kita selamat di jalan raya ada andil mereka yang menekan rem sehingga tidak menabrak kita?

 

6. Isu atau gosip tentang Anda selama tidak benar tidak usah ditanggapi karena itu bukan masalah Anda, melainkan masalah yang berprasangka. Waktu yang akan menjawabnya.

 

7. Kalau ingin 'body' Fortuner, berbesar 'mesin' dari mesin Karimun ke mesin Fortuner. Jangan mesin masih Karimun tapi bermanuver atau memaksa minta body Fortuner. 'Body' di sini maksudnya posisi jabatan, 'mesin' di sini adalah kompetensi fisik, pikiran, emosi, dan ruhani. Kalau 'Fortuner' tapi mesin masih Karimun, akan ngos-ngosan ketika menjalani medan, bahkan ditertawakan orang. Kita memperbesar 'mesin' dengan belajar, menimba ilmu dari siapapun, dan melatih ilmu yang didapat berulang-ulang.

 

Selamat bereksperimen. Mungkin cocok, mungkin tidak.

Komentar ()

Artikel Terkait